Jumat, 20 April 2018

Keterkaitan Revolusi Industri 4.0 dengan Dunia Pendidikan



Perguruan tinggi di Indonesia harus mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0. Kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

Demikian dikatakan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Nasional dan Rakernas Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/2/2018).

Dalam seminar nasional yang mengambil tema: Mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini hadir pula Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait

Hanif mengatakan perubahan yang terjadi dalam era revolusi industri juga berpengaruh pada karakter pekerjaan. Sehingga keterampilan yang diperlukan juga akan berubah.

"Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana mempersiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusan pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0," kata Hanif.

Dunia kerja di era revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.

"Pola industri baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan. Industri yang akan banyak berkembang pada revolusi industry baru ini," jelas Hanif.

Tantangan tersebut, lanjut Hanif, harus dapat diantisipasi melalui transformasi pasar kerja Indonesia dengan mempertimbangkan perubahan iklim bisnis dan industri, perubahan jabatan dan kebutuhan ketrampilan. 

"Salah satu faktor yang penting adalah keterampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan pasar kerja yang semakin berkembang pesat, " ungkapnya. 

Oleh karena itu, Hanif menambahkan dunia pendidikan dan dunia Industri harus dapat mengembangkan Industrial transformation strategy. Salah satunya dengan mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan karena transformasi industri akan berhasil dengan adanya tenaga kerja yang kompeten.

Berbicara masalah peningkatan kualitas SDM Indonesia, Hanif menjelaskan ada 3 hal yang yang perlu diperhatikan semua pihak. Yang pertama adalah kualitas SDM. 

"Yaitu bagaimana memastikan agar kualitas dari SDM kita ini sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sesuai dengan industri yang berbasis teknologi digital," tuturnya.

Yang kedua, kata Hanif adalah masalah kuantitas yaitu jumlahnya pekerja atau SDM yang berkualitas dan kompeten serta sesuai kebutuhan industri. Yang ketiga, lokasi yaitu masih kurang meratanya sebaran SDM yang berkualitas terutama di daerah-daerah. 

"Terkait dengan peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, saya ingin menekankan pentingnya masifikasi pelatihan kerja dan setifikasi profesi yang sedang dilakukan pemerintah melalui pelatihan kerja di BLK dan program pemagangan," pungkasnya.  (ega/hns)

Contoh Evaluasi Tes dan Non-Tes

 MACAM-MACAM INSTRUMEN EVALUASI TEST

Contoh jenis-jenis Evaluasi tes :

Tes Kemampuan Verbal
Tes sinonim (persamaan kata)
Tes Antonim (Lawan kata)
Tes analogi
Tes Acak kata 
Pengelompokan kata

Tes Kemampuan Numerikal
Tes deret angka
Tes matematika dasar

Tes Kemampuan penalaran
Tes logika penalaran

Tes kemampuan spasial 

Tes paper and pencil
Tes BAUM TREE
Tes draw a person (DAP)
Tes House tree person (HTP)
Tes Pauli Kreapelin
Tes warteg
I. Tes Kemampuan Verbal 
Pada tes kemampuan verbal memiliki jenis soal soal psikotes tentang Tes sinonim (persamaan kata), Tes Antonim (Lawan kata), Tes analogi, Tes Acak kata  dan Pengelompokan kata. Berikut contoh soal soalnya 

A. Contoh soal psikotes - Tes sinonim (persamaan kata)
Dalam tes ini terdapat soal soal mengenai persamaan kata yang mempunyai sistematika tersendiri. Tugas kamu adalah mencari dan memilih kata yang tepat yang mempunyai sistematika arti yang sama pada pasangan kata sebelumnya, Contoh : 

Merdeka = .....
A. Pesta
B. Luas 
C. Belenggu
D. Hiruk
E. Bebas
Jawaban : E, Pembahasan Merdeka artinya bebas, berdiri sendiri (dari penjajahan, dan sebagainya)

Taraf = ....
A. Jejak 
B. Cacat
C. Derajat
D. hidup
E.  Anggaran
Jawaban : C, Pembahasan, Taraf artinya tingkatan , derajat

Contoh soal soal ujian carefour 
Rabat = ....
A. Pencairan
B. Potongan
C. Penggandaan
D. Pengurangan
E. Penyimpangan
Jawaban : C, Pembahasan, Rabat artinya potongan harga, diskon

B. Contoh soal psikotes Tes Antonim (Lawan kata)
Dalam tes seleksi ini terdapat soal soal mengenai lawan kata yang mempunyai sistematika tersendiri, tugas anda adalah memih dan mencari kata kata yang tepat dan mempunyai sistematika arti pada pasangan kata sebelumnya, contoh :
Terbenam >< .....
A. Pasti
B. Tenggelam
C. Terkatung
D. Terperosok
E. Sial
Jawaban : C, Pembahasan, terbenam artinya tenggelam, terkubur jadi, lawan kata dari terbenam adalah terkatung atau terapung

Contoh soal psikotes seleksi masuk polisi / angkatan
Preman >< .....
A. Pengawal
B. Dinas
C. Mafia
D. Partikelir
E. Sendiri
Jawaban : B, Pembahasan, preman adalah bukan militer, bukan sipil, sebutan orang jahat termasuk penodong, pemeras dan perampok, jadi lawan kawa preman adalah dinas, pegawai pemerinta, pegawai militer
C. Tes Analogi 
Tes analogi adalah salah satu materi dalam psikotes, dimana tes ini, peserta akan dihadapkan pada anlisis logis mengenai sebuah hubungan, dan menemukan pola hubungan sebab akibat, perbandingan, proses kerja, atau sistematika lainnya yang sejenis dengan konteks yang ditanyakan dalam soal, sebagai contoh :

Contoh soal ujian masuk pertamina 
Emas : Tambang || ...... : ....
A. garam : logam
B. permata : perhiasan
C. kayu : pohon
D. pramuka : seragam
E. lidah : mulut
Jawaban : C, Pembahasan, kayu dihasilkan dari pohon dan emasi dihasilkan dari tambang

Contoh soal tes seleksi astra international
Motor : Roda || .... ; ....
A. Rumah : fondasi
B. Rumah : pintu
C. Baju : kancing
D. Buku : balpoin 
E. Buku : lembar
Jawaban : B, Pembahasan,motor dapat berjalan jika ada roda, sementara rumah akan berdiri jika ada fondasi

D. Contoh soal psikotes - Tes Acak kata 
Contoh soal tes seleksi BPJS Kesehatan

Askes (sekten) konsisten 
gemar (...) polemik
A. Armmik
B. Imkarm
C. Kamrim
D. Mikram
E. Rammik
Jawaban : E, Pembahasan, Askes (sekten) konsisten gemar (Rammik) polemik
Contoh soal tes masuk Pelindo
Nakhoda (ohksin) nista
Vokatif (...) waduk
A. Wadtak
B. Dawita
C. Itadaw
D. Takdaw
E.  Itawad
Jawaban : D, Pembahasan, Nakhoda (ohksin) nista, Vokatif (Takdaw) waduk

E. Contoh soal psikotes - Pengelompokan kata
anda akan mencari kata yang berbeda dari kelompok kata dibawah ini :
Contoh soal tes masuk Antara
A. Reporter
B. Jurnalis
C. Wartawan
D. Editor
E. Polisi 
Jawaban : E, Pembahasan, Reporter, jurnalis, wartawan, dan editor merupakan kelompok profesi berkenaan dengan dunia writer, sedangkan polisi tidak termasuk dala profesi menulis
Contoh soal tes masuk kemenkes
A. Kedokteran 
B. Hubungan internasional
C. Teknik mesin
D. Teknik Elektro
E.  Arsitektur
Jawaban : B, Pembahasan, Kedokteran, teknik mesin, teknik elektro, dan arsitektur merupakan jurusan program studi yang berlatar belakang sains sedangkan hubungan internasional tidak

II. Tes Kemampuan Numerikal
A. Contoh soal psikotes - Tes deret angka
Contoh soal tes ujian bank mandiri
4 3 8 6 16 12 ... 
A. 47
B. 32
C. 48
D. 49
E. 78
Jawaban : B, 
Contoh soal tes ujian bank indonesia
192 192 96 32 ... 
A. 4
B. 6
C. 8
D.10
E. 12
Jawaban : C, Pembahasan, angka awal dibagi :1, :2, :3, :4, dan seterusnya
B. Contoh soal psikotes - Tes Matematika dasar
1 Dasawarsa + 3 lustrum - 1 windu = ... 
A. 23 tahun
B. 20 tahun
C. 17 tahun
D. 13 tahun
E. 10 tahun
Jawaban : C, Pembahasan, 1 Dasawarsa + 3 lustrum - 1 windu = 10 + (3X5) - 8 = 17 Tahun

III. Tes Kemampuan penalaran
A. Contoh soal psikotes - Tes logika penalaran
Contoh soal ujian masuk guru
Semua dosen adalah pegawai negeri.
Sebagian dosen adalah seniman 
A. Sebagian seniman adaah pegawai negeri
B. Sebagian pegawai negeri adalah dosen
C. sebagian seniman adalah dosen
D. Tidak semua seniman adalah pegawai negeri
E. Semua seniman adalah pegawai negeri
Jawaban : E, Pembahasan,  Semua pernyataan tepat, kecuali pilihan E

Contoh soal seleksi Masuk STAN
Jika jakarta adalah kuda, surabaya adalah sapi, dan makasar adalah ...
A. Unggas
B. Kelelawar
C. Kenari
D. Poksay
E. Harimau
Jawaban : E, Pembahasan,  kuda dan sapi berkaki empat, dari semua pilihan diatas hanya harimau lah yang memiliki kaki empat


IV. Tes Kemampuan Spasial 

Beda gambar
Pilihlah gambar yang mempunyai pola berbeda dengan pola pola gambar lainnya, contoh : 
contoh soal tes seleksi masuk pertamina
Jawaban C, Pembahasan, semua gambar bola memiliki pola yang sama, kecuali pada gambar C
Untuk soal soal tes kemampuan spasial secara lengkap bisa dilihat disini
A, Contoh soal psikotes - Tes BAUM TREE
Baum tree test merupakan tipe tes psikologi yang diminta untuk menggambar sebuah pohon dengan kriteria tertentu. Tes ini bertujuan untuk menggambar dan menilai suatu karakter seseorang dari gambar pohon yang dibuat oleh peserta. oleh karena itu menggambar sebuah pohon diharapkan selengkap munkin. Pohon yang digambar haruslah terdiri dari atas akar, batang, ranting, daun, buah, bunga, atau bagian bagian lain yang mungkin ada pada sebah pohon. semakin detail gambar pohon yang digambar akan menunjkkan semakin tinggi kecerdasan, kedewasaan, dan kematangan pikiran peserta tes. 

Tips mengerjakan BAUM TREE TEST
  1. Gambarlah pohon yang memiliki struktur lengkap mulai dari akar, batang, ranting, daun, buah, bunga, atau bagian bagian lain yang mungkin ada pada sebah pohon
  2. Tidak diperkenankan menggambar pohon kelapa, pohon pisang, semak belukar, padi, tebu, cemara, dan pohon pohon lainnya yang tidak bercabang
  3. Gambarlah pohon yang profesional, antara posisi gambar dan bawah kertas
  4. Berilah judul pada pohon (nama pohon), tulis nama pohon dibawah gambar pohon 
  5. Hal yang perlu diingat tes pohon bukan tes untuk menjadi pelukis, jadi gambar tidak harus bagus, namun terpenting sudah mencakup tiga hal yaitu proporsional, lengkap dan detail
  6. Pergunakanlah waktu menggambar antara 10-15 menit, jangan terlalu lama atau terlalu cepat
Anda akan diberikan kertas kosong lembar pengerjaan BAUM TREE Test, kemudian isi dan gambar sendiri pada lembaran tersebut sesuai dengan tips dan trik diatas
Beberapa Contoh gambar pohon dalam tes BAUM Tree 

soal soal ujian tes seleksi PLN
Tes BAUM Tree gambar 2

  

soal tes seleksi masuk bank cimb niaga, bank bca, bank indonesia
Tes BAUM Tree gambar 4
B. Contoh soal psikotes - Tes draw a person (DAP)
Tes draw a person (DAP) atau sering juga disebut dengan DAM (Draw a man) merupakan salah satu bentuk tes psikologi yang sering dijumpai pada proses assessmen psikologi


contoh soal soal tes seleksi bank mandiri
Tes draw a person (DAP) gambar 2
C. Contoh soal psikotes - Tes House tree person (HTP)
Tes House tree person (HTP) merupakan tes untuk menggambar rumah dan pohon, pada tes ini peserta diminta untuk menggambar sebuah rumah, sebuah pohon dan seorang manusia. yang kemudian hasil masing masing gambar tersebut dievaluasi dari berbagai aspek untuk menilai karakter kepribadian peserta tes 
Contoh gambar tes psikologi HTP 

soal soal tes ujian bumn
Tes House tree person (HTP) gambar 1
soal soal tes CPNS
Tes House tree person (HTP) Gambar 2
D. Contoh soal psikotes - Tes Pauli Kreapelin
Tes Kreapelin atau sering disebut dengan tes pauli sering disebut juga dengan tes koran, tes psikologi pauli kreapelin adalah soal soal psikotes yang terdiri dari susunan angka angka dengan bentuk lajur lajur. Kita bahas nanti pada edisi berikutnya. 
E. Contoh soal psikotes - Tes warteg
Tes warteg merupakan tes psikologi untuk mengetahui atau meneliti karakter kepribadian seseorang, terutama emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol, dan reality fuction. semuanya itu dimiliki oleh setiap orang namun dengan intensitas dan interelasi yang berbeda

Contoh soal tes warteg

soal soal ujian masuk perusahaan gas negara PGN
Contoh soal psikotesTes warteg Gambar 1
Pembahasan dan jawabanya boleh seperti ini
  

soal soal masuk polri, polisi, angkatan TNI dan tentara
Contoh soal psikotes Tes warteg gambar 2
Demikianlah informasi mengenai contoh soal tes terlengkap dan terbaru beserta pemahasannya. 



instrument evaluasi jenis non-tes diartikan sebagai sesuatu yang digunakan untuk mempermudah pihak-pihak tertentu untuk memperoleh kualitas atas suatu objek dengan menggunakan teknik non-tes.



B. MACAM-MACAM INSTRUMEN EVALUASI NON-TEST
  1. Observasi (Observation)
Observasi merupakan suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif dan rasional mengenati berbagai fenomena yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi dan mengukur factor-faktor yang diamati khususnya kecakapan social. Berikut ini beberapa karakteristik dari observasi, yaitu:
  1. Mempunyai tujuan
  2. Bersifat ilmiah
  3. Terdapat aspek yang diamati
  4. Praktis
Sedangkan secara lebih lanjut, terdapat tiga jenis observasi, yaitu:
  1. Observasi partisipan, dimana pengamat ikut andil dalam kegiatan kelompok yang sedang diamati.
  2. Observasi sistematik merupakan observasi dengan menggunakan kerangka yang berisi faktor-faktor yang ingin diteliti yang telah dikategorikan terlebih dahulu secara struktural.
  3. Observasi Eksperimental meupakan observasi dimana pengamat tidak berpartisipasi dalam kelompok yang diamati namun dapat mengendalikanunsur-unsur tertentu sehingga tercipta tujuan yang sesuai dengan tujuan observasi. Observasi jenis ini memungkinkan evaluator untuk mengamati sifat-sifat tertentu dengan cermat.
Adapun langkah-langkah penyusunan pedoman observasi adalah:
  1. Merumuskan tujuan observasi
  2. Membuat kisi-kisi observasi
  3. Menyusun pedoman observasi
  4. Menyusun aspek-aspek yang ingin diobservasi
  5. Melakukan uji coba pedoman observasi
  6. Merevisi pedoman observasi berdasarkan hasil uji coba
  7. Melaksanakan observasi
  8. Mengolah dan menafsirkan hasil observasi
Sama halnya dengan instrument evaluasi yang lain,obsevasi memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan yaitu:
  1. Kelemahan:
1).Pelaksanaannya sering terganggu keadaan cuaca atau kesan yang kurang baik dari observer maupun observi.
2).Masalah yang sifatnya pribadi sulit diamati.
3).Apabila memakan waktu lama, akan menimbulkan kejenuhan.
  1. Kelebihan:
1). Observasi cocok dilakukan untuk berbagai macam fenomena.
2). Observasi cocok untuk mengamati perilaku.
3). Banyak aspek yang tidak dapat diukur dengan tes tetapi bisa diukur
dengan observasi.
  1. Wawancara (Interview)
Wawancara merupakan salah satu bentuk instrument evaluasi jenis non tes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab baik secara langsung tanpa alat perantara maupun secara tidak langsung. Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi untukk menjelaskan suatu kondisi tertentu, melengkapi penyelidikan ilmiah atau untuk mempengaruhi situasi atau orang tertentu. Wawancara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
  1. Wawancara Bebas dimana responnden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya tanpa dibatasi oleh patokan-patokan.
  2. Wawancara Terpimpin merupakan wawancara yang dilakukan oleh subjek evaluasi dengan mengajukan pertanyaan yang sudah disusun terlebih  dahulu, sehingga responden hanya memilih jawaban yang sudah disiapkan oleh penanya.
Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk melakukan wawancara:
  1. Merumuskan tujuan wawancara
  2. Membuat pedoman wawancara
  3. Menyususn pertanyaan yang sesuai dengan data yang diperlukan.
  4. Melakukan uji coba
  5. Melaksanakan wawancara
Sedangkan kelemahan dan kelebihan jenis instrument wawancara adalah sebagai berikut:
  1. Kelemahan:
1)      Jika subjek yang ingin diteliti banyak maka akan memakan waktu yang banyak pula.
2)      Terkadang wawancara berlangsung berlarut-larut tanpa arah.
3)      Adanya sikap yang kurang baik dari responden maupun penanya.
  1. Kelebihan:
1)      Dapat memperolehinformasi secara langsung sehingga objectivitas dapat diketahui.
2)      Dapat memperbaiki proses dan hasil belajar
3)      Pelaksanaannya lebih fleksibel, dinamis dan personal.

  1. Skala Sikap (Attitude Scale)
Sikap merupakan suatu kecenderungan tingkah laku untuk berbuat sesuatu dengan cara, metode, teknik, dan pola tertentu terhadap dunia sekitarnya, baik berupa orang-orang maupun berupa objek-objek tertentu. Sikap mengacu kepada perbuatan atau perilaku seseorang, tetapi tidak berarti semua perbuatan identik dengan sikap. Perbuatan seseorang mungkin saja bertentangan dengan sikapnya. Guru perlu mngetahui norma-norma yang ada pada peserta didik, bahkan sikap peserta didik terhadap dunia sekitarnya, terutama terhadap mata pelajaran dan lingkungan sekolah.
Salah satu model untuk mengukur sikap yaitu, dengan menggunakan skala sikap yang dikembangkan oleh Likert. Dalam skala likert, peserta didik tidak disuruh memilih pernyataan-pernyataan yang positif saja tetapi memilih juga pernyataan-pernyataan yang negatif .
Untuk membuat skala Likert dapat mengikuti langkah-langkah berikut :
  • Memilih variabel efektif yang akan diukur
  • Membuat beberapa pernyataan tenang variabel efektif yang akan diukur
  • Mengklasifikasikan pernyataan positif dan negatif
  • Menentukan jumlah gradual dan frase atau angka yang dapat menjadi alternative pilihan
  • Menyusun pernyataan dan pilihan jawaban menjadi sebuah alat penilaian
  • Melakukan uji coba
  • Membuang butir-butir pernyataan yang kurang baik
  • Melaksanakan penilaian

Contoh : sikap peserta didik terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia 
NoPernyataanSSSTTTSSTS
1Saya mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran bahasa Indonesia
2Saya berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia
3Saya suka menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
4Saya tertarik artikel yang berhubungan dengan budaya indonesia
5Saya memperkaya materi dari guru bahasa indonesia dan membaca buku-buku sumber sebagai penunjang
6Saya senang mengerjakan tugas pelajaran bahasa indonesia di rumah
7Dst
Keterangan :
SS        : sangat setuju
S          : setuju
TT        : tidak tahu
TS        : tidak setuju
STS     : sangat tidak setuju

  1. Daftar Cek (Check List)
Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan diamati, penilai tnnggal memberikan tanda centang (v) pda tiap-tiap aspek sesuai dengan hasil pengamatan yang dilakukan.
Contoh :
NoNama siswaSBBCKSK
1Nano waryono
2Elin roslina
3Arie apriadi
4Angga zalindra
5Ardi maulana
Keterangan :
SB : sangat baik
B   : baik
C   : cukup
K   : kurang
SK : sangat kurang
Daftar cek tentang kebiasaan belajar
Nama               :                                               Kelas               :
Umur               :                                               Sekolah           :
no
1Kegiatan diskusi
2Membuat rangkuman
3Latihan
4Balajar sendiri dan belajar kelompok
5Tanya jawab

  1. Skala Bertingkat (Rating Scale)
Instrumen skala penilaian memberikan solusi atas kekurangan dafatr cek yang hanya mampu mencatat keberadaan fenomena-fenomena tertentu. Skala penilaian memungkinkan pengamat untuk mengetahui keberadaan fenomena tertentu sekaligus mengikur intensitas fenomena tersebut dalam tingkatan-tingkatan yang telah disusun. Namun skala penilaian memiliki beberapa kelemahan yaitu dengan adanya halo effects, yaitu efek dari kesan atau penilaian umum,generosity effects yaitu keinginan untuk berbuat baik dengan memberi nilai tinggi, dan carry over effects yaitu pengamat tidak dapat membedakan antara fenomena satu dengan fenomena yang lain.
  1. Angket (Questioner)
Angket merupakan alat untuk mengumpulkandan mencatat data, informasi, pendapat, dan paham dalam hubungan kausal. Angket dapat dikelompokan benjadi beberapa kelompok.
Angket berdasarkan bentuknya dibagi menjadi dua jenis,yaitu:
  1. Angket berstruktur merupakan angket yang menyediakan beberapa kemungkinan jawaban. Angket jenis ini terdiri dari tiga bentuk:
1)      Bentuk jawaban tertutup, yaitu angket yang telah menyediakan alternative jawaban
2)      Bentuk jawaban tertutup tetapi alternative terakhir merupakan jawaban terbuka yang dapat memberikan kesempatan kepada respondenuntuk memberikan jawaban secara bebas.
3)      Bentuk jawaban bergambar, yaitu angket yang memberikan alternative jawaban berupa gambar.
  1. Angket tidak berstruktur merupakan angket yang memberikanjawaban secara terbuka. Angket ini memberikan gambaran lebih tentang situasi, namun kurang dapat dinilai secara objektif dan tifak dapat diukur secara statistic sehingga data yang diperoleh sifatnya umum.
Sedangkan ditinjau dari respondenyang menjawab, maka angket dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Angket Langsung
Disebut angket langsung apabila angket dikirimkan dan diisi langsung oleh orang yang akan dimintai jawaban tentang dirinya.
  1. Angket Tidak Langsung
Angket diisi oleh orang yang bukan dimintai keterangan tentang dirinya.
Berikut ini merupakan langkah-langkah menyusun angket.
1)      Menyusun kisi-kisi angket
2)      Menyusun pertaanyaan-pertanyaan dan bentuk jawaban yang diinginkan.
3)      Membuat pedoman cara menjawab.
4)      Melakukan uji coba angket untuk mengetahui kelemahan angket tersebut.
5)      Merevisi angket berdasarkan hasil uji coba
6)      Menggandakan angket sesuai jumlah responden
Sama halnya dengan instrument lain, angket juga memiliki beberapa kelemahan dan keunggulan, antara lain:
  1. Kelemalan:
1)      Ada kemungkinan angker diisi oleh orang yang bukan menjadi target.
2)      Target menjawab berdasarkan altternatif jawaban yang tersedia
  1. Keunggulan:
1)      Responden dapat meenjawab dengan bebas tanpa dipengaruhi hubungan dengan peneliti atau penilai.
2)      Informasi yang terkumpul lebih mudah karena homogen.
3)      Dapat mengumpulkan data dari jumlah responden yang relatif banyak.

  1. Studi Kasus (Case Study)
Studi kasus adalah mempelajari individu dalam proses tertentu secara terus menerus untuk melihat perkembangannya. Misalnya peserta didik yang sangat cerdas, sangat lamban, sangat rajin, sangat nakal, atau kesulitan dalam belajar. Untuk itu guru menjawab tiga percayaan inti dalam studi kasus, yaitu:
  • Mengapa kasus tersebut bisa terjadi?
  • Apa yang dilakukan oleh seseorang dalam kasus tersebut?
  • Bagaimana pengaruh tingkah laku seseorang terhadap lingkungan?
Studi kasus sering digunakan dalam evaluasi, bimbingan, dan penelitian. Studi       ini menyangkut integrasi dan penggunaan data yang komprehensif tentang peserta didik sebagai suatu dasar untuk melakukan diagnosis dan mengartikan tingkah laku peserta didik tersebut. Dalam melakukan studi kasus, guru harus terlebih dahulu mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan menggunakan berbagai teknik dan alat pengumpul data. Salah satu alat yang digunakan adalah depth-interview , yaitu melakukan wawancara secara mendalam, jenis data yang diperlukan antara lain, latar belakang kehidupan, latar belakang keluarga, kesanggupan dan kebutuhan, perkembangan kesehatan, dan sebagainya.
Namun, seperti halnya alat evaluasi yang lain, studi kasus juga mempunyai kelebihan dan kelemahan.
Kelebihannya adalah dapat mempelajari seseorang secara mendalam da komprehensif, sehingga karakternya dapat diketahui selengkap-lengkapnya. Sedangkan
kelemahannya adalah hasil studi kasus tidak dapat digeneralisasikan, melainkan hanya berlaku untuk peserta didik itu saja.

  1. Catatan Insidental (Anecdotal Records)
Catatan insidental merupakan catatan-catatan tentang peristiwa sepintas yang dialamipeserta didik secara peerseorangan. Catatan tersebut belum berarti apa-apa terhadap penilaian sesorang, namun dapat menjadi petunjuk yang berguna apabila dihubungkaan dengan data-data.
  1. Sosiometri
Sosiometri merupakan suatu prosedur unruk merangkum, menyusun, dan sampai batas tertentu dappat mengkualifikasi pendapat-pendapat peserta didik tentang penerimaan terhadap sesama serta hubungan diantara mereka.
Langkah dalam menggunakan sosiometri:
  1. Memberikan petunjuk atau pertanyaan. Misal: tuliskan pada selembar kertas nama temanmu yang paling baik.
  2. Mengumpulkan jawab yang sesungguhnya dari peserta didik.
  3. Memasukan jawabanke dalam tabel.
  4. Gambarkan jawaban dalam sebuah sosiogram.

  1. Inventori Kepribadian
Inventori kepribadian hampir serupa dengan tes kepribadian, namun pada inventori kepribadian jawaban peserta didik selalu benar selama menyatakan dengan sesungguhnya. Walaupun demikian digunakan pula skala-skala tertentu untuk mengkuantifikasi jjawab agar dapat dibandingkan.

  1. Teknik Pemberian Penghargaan kepada Peserta Didik
Teknik pemberian penghargaan ini penting karena banyak respon atau tindakan positif peserta didik yang diakibatkan oleh proses belajar yang kurang diperhatikan guru. Apabila guru memberikan penghargaan atas tindakan positif yang dilakukan peserta didik dalam berbagai bentuk, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Berikut ini merupakan teknik pemberian penghargaan:
  1. Teknik Verbal merupakan pemberian penghargaan melalui pujian, dukungan, dorongan atau pengakuan.
  2. Teknik Non-verbal, melalui:
1)      Mimik dan gerakan tubuh (senyuman, acungan jempol, tepuk tangan)
2)      Cara mendekati (proximity)
3)      Sentuhan (contact)
Pengembangan instrumen evaluasi non tes dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia
  1. Tes Perbuatan
No.Nama SiswaKemampuan Membaca
12345
1.           1Usman
2.           2Said
3.           3Sutejo Ade
DstDst……………………..
Keterangan :                                                    Skor Tes Perbuatan :
  1. = Membaca lancar dan baik = 80 – 90 = A
  2. = Membaca lancar kurang baik = 70 – 79 = B
  3. = Membaca Terbata-bata = 60 – 69 = C
  4. = Membaca Terbata-bata dengan bantuan guru = 50 – 59 =D
  5. = Tidak dapat membaca = kurang dari 50 = E
  1. Portofolio yakni Tes pengalaman dilakukan dengan menggunakan portofolio dimana guru mencatat pengalaman berdasarkan antara lain:
–      apa yang dilihat;
–      laporan rekan guru dan pegawai lainnya; dan
–      laporan dari orangtua murid atau siswa
  1. Penilaian Afektif
Indikator : Siswa menunjukkan sikap yang terpuji
NoNama SiswaAspek PenilaianJml
Skor
Nilai
Catatan
DisiplinResponInisiatifKerja
Sama
Tuntas Tugas
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
Catatan :
  1. Kriteria perilaku
1 = sangat kurang                                            4 = baik
2 = kurang                                                       5 = amat baik
3 = cukup
  1. Nilai merupakan jumlah dari nilai tiap-tiap indikator perilaku
  1. Nilai maksimum = 25.
  1. Keterangan nilai
23 – 25 = sangat baik
18 – 22 = baik
13 – 17 = cukup
8 – 12 = kurang

0 – 7   = sangat kurang